trip: two-days Semarang eps.2

di siang hari kota Semarang yang panas itu destinasi terakhir yang kami kunjungi yaitu Lawang Sewu. Semarang yang panas melebihi Yogyakarta Raya, menuju ke Tembalang yang berada di Semarang atas. 

malamnya kami beride untuk ke kota lama, alih alih berfotoria ternyata kameraku kurang baik menangkap muka kami dengan intensitas cahaya yang minim, jadi kami hanya berkeliling dan melihat pasar yang menjual barang antik nan lawas. 

salah satu hobiku tersalurkan pada malam itu, menghabiskan uang untuk membeli barang lawas yang gemas dan nirfaedah. tapi kali ini menurutku barang yang di beli sangat berfaedah untuk anak kos sepertiku, tutup gelas dengan gambar baterai abc dan sailormoon kw super. alhamdulillah, hobiku satu ini selalu di berkahi para pedagang, tiap menghabiskan uang untuk beli prangko atau barang nirfaedah lainnya selalu di beri bonus! 

kali ini bonusnya berlimpah ruah, tadinya cuma mau beli 2 tutup gelas dan 2 piring kecil untuk gelas, alhasil karena itu stock terakhir semua tutup gelas dan piring kecil diberi secara GRATIS! terima kasih untuk bapak baik hati, semoga dagangannya laku keras



ada edisi nyasar akibat gmaps yang error di hp jadoel, nyasarnya tidak nanggung-nanggung masuk tol! astaga jangan tanya kenapa, ini memang aku Mba Dewi dan hp yang bodoh. harusnya sekitar jam 10 malam sampai di Tembalang, tapi waktu itu jam 12 baru mendapat pencerahan jalan yang benar. pengalaman yang bodoh, menakutkan dan menyenangkan hahahahaha (tp gamau diulang lagi suwer!)


paginya, setelah edisi sasar menyasar aku dan Mba Dewi ngidam banget lunpia, berinisiasi untuk cicip icip lunpia khas Semarang di Gang Lombok (pake acara nyasar lg).
antriannya itu banyaaaaak parah! demi menghilangi rasa penasaran aku dan Mba Dewi rela untuk menunggu sambil melihat penikmat sekitar yang pesanannya sudah sampai, untuk mempersingkat waktu jadi lunpia kami take away. 

aku lupa foto sexynya si lunpia basah dan goreng, malah foto sepedah di dpn toko  hehehe


destinasi selanjutnya yaitu kota lama (lagi) karena malam tidak bisa foto-foto jadi pagi yang sangat cerah secerah siang hari kami bekeliling kota lama. kota lama mirip dengan kota tua di Jakarta, tapi kota lama kurang ramai dan terlihat kurang dalam promosi pengembangan selain itu untuk penyediaan fasilitas publiknya juga masih kurang (ea jiwa jiwa anak kuliah prodi the sims kambuh). untuk keseluruhan aku betah jalan keliling kota tua karena kesan kolonialnya sangat dapet banget. diselingi dengan es dawet dan lunpia gang lombok 




Yogyakarta sepertinya cepat untuk membuat rindu, 2 hari saja kami di Semarang karena Senin berkompromi dengan kampus untuk menguliahkan mahasiswa di hari itu. searah dengan jalan pulang kembali ke Yogyakarta kami singgahi sejenak di Vihara Buddhagaya Watugong



terima kasih ayna bersedia menampung kami selama jalan jalan di Semarang

Komentar

Postingan Populer