trip: two-days Semarang eps.1

here i'am again
setelah cukup lama ingin nulis di blog tapi juga cukup sulit untuk melawan rasa malas dan masih sibuk dengan ini itu.
okay, kali ini aku mau cerita tentang pengalaman jalan-jalanku bersama belahan jiwa sejak lahir a.k.a Mba Dewi. udah sering banget jalan-jalan bareng my sister ini karena memang dia hobi banget yang namanya jalan-jalan dan aku jadi keikutan suka jalan-jalan ya karena dia. kali ini kita jalan-jalan ke Semarang yang punya slogan Semarang Pesona Asia. udah lama banget rencanain untuk ke Semarang tapi selalu gagal dan cuma wacana. baru terealisasikan tanggal 14 April 2017

kurang lebih dua hari sebelumnya, aku yang lagi jenuh sama kehidupan di Yogyakarta masa perkuliah dan beberapa kali long weekend tapi tidak kemana-mana pingin banget jalan-jalan, terserah kemana aja tapi keluar dari Yogyakarta Raya. ide pun muncul untuk ke Semarang, bilang ke Mba Dewi dan dia juga lagi jenuh dengan thesisnya. alhasil kita menetapkan destinasi trip kita ke Semarang.

trip kali ini persiapannya singkat banget (engga jg sih tiap nge-trip jg perisiapannya seadanya). h-1 ke Semarang aku mulai tanya-tanya ke Nisa (teman satu studio yang orang Semarang) tentang jalan menuju Semarang enaknya lewat mana, enaknya naik apa, transportasi disana apa aja, dan wisata-wisata apa aja yang ada di Semarang. untuk tempat menginap aku hubungin classmate SMAku Ayna dan Linda yang kuliah di Semarang, Linda kebetulan hari Jumat pulang ke Lampung dan Ayna yang untungnya menyambut kabar aku mau berkunjung ke Semarang dengan senang gembira dan mengiyakan kalo aku dan Mba Dewi bisa menginap di kosannya. setelah mendapat info-info dari Nisa dan Thea (ketua studioku, orang Temanggung), mendapat kepastian tempat menginap selama di Semarang aku dan Mba Dewi masih belum ada pilihan untuk naik travel atau motoran. karena Ayna disana juga tidak ada kendaraan dan menurut Nisa transportasi di Semarang cukup sulit, aku dan Mba Dewi memutuskan untuk membawa motor ke Semarang dengan jarak tempuh 126 km dalam waktu 3 jam. oke, keputusan kami sudah bulat dan kita nekat dari pada tidak liburan sama sekali.

di hari Jumat, 14 April 2017 kira-kira jam 7 pagi kami berangkat dari Yogyakarta menuju Semarang. kali ini yang membawa motor Mba Dewi, aku hanya jd penumpang yang suka ngantuk karena diterpa angin sepoi-sepoi dan suka di marahin kalo ketaun nyaris tidur. perjalanan menyenangkan menelusuri Magelang-Mertoyudan-dan baru tersadar kalau kami kekurangan amunisi air mineral, kami sempat berhenti sebentar untuk membeli air mineral di daerah perbatasan Temanggung-Magelang.

ku kira Semarang sedekat itu, tenyata sejauh ini. sangat senang waktu memasuki daerah Semarang, nyatanya itu baru kabupaten Semarang bukan Semarang Kota. kami sampai sekitar pukul 11 atau 12 siang, kami berhenti di KFC untuk makan siang. demi menghemat,  menu yang di pesan hanya oriental bento tanpa minum.

kami melanjutkan perjalanan dan sampai di daerah Tembalang, UNDIP. aku dan Mba Dewi sempat ingin mampir ke kosan Ayna, tapi dari pada nanti kami sudah istirahat dan malas untuk keluar lagi jadi di putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata.

destinasi wisata yang kami kunjungi pertama ialah Klenteng Sam Po Kong. bermodalkan google maps kami menuju Klenteng dari Tembalang. sempat ada kejadian sasar menyasar karena banyak jalur yang sudah di one way-kan. dan akhirnya kami sampai di Klenteng Sam Po Kong.






setelah dari Klenteng Sam Po Kong kami lanjutkan menuju Lawang Sewu, tidak lengkap jika ke Semarang tanpa mengunjungi Lawang Sewu yang menyimpan banyak sejarah. dikarenakan kami jalan-jalan di waktu long weekend jadi tiap destinasi wisata cukup ramai dengan keluarga dan turis-turis domestik. 



replika tiket kereta


tas gendut dikarenakan ciki bukan baju


Komentar

Postingan Populer