748 km and I miss you
Hujan datang tidak sia-sia
Hujan datang membawa kabar
Kabar hujan tak selalu sendu, terkadang kabar bahagia
Namun kali ini hujan membawa kabar rindu
Kabar rindu untuk perantau baru
Adakah salah dengan rindu? Manusiawika ketika rindu?
Pagi ini cahaya mentari terlihat lebih redup terhalang
dengan kabut, sisa hujan malam. Dan pagi ini entah aku rindu, rindu dengan
sebuah kenyamanan selama lapan belas taun
yang biasa kusebut rumah. Rumah rumah umah omah, pulaaaaang. Biarkan orang
bilang terlalu dini untuk rindu rumah, karena yang rindu rumah itu aku-hatik-
ragaku BUKAN KAMU. Apa kabar kurang lebih tiga bulan ku tinggal rumah demi
mencari jati diri? Apa kabar sudut rumah dengan ceritanya? Apa kabar isi kulkas
yang tiap hari ku buka berharap isinya selalu beda? Apa kabar abang gendut jual
bubur ayam sekaligus rangkap jabatan jadi abang nasi goreng waktu malam? Apa
kabar bunyi gerbang yang sangat khas di tiap rumah yang ada di gang? Apa kabar
penghuni rumah yang sesibuk apapun tiap malam selalu kumpul?
Semoga rindu ini berakhir secepatnya, secepat liburan
setelah uas, cuma 3 hari yang buat aku ga-dibolehin pulang sama papa. Papa memang
suka gitu katanya kalo pulang cuma sebentar mending gausah dan mama yang
tadinya nge-bolehin jadi ikutan berpihak si belahan jiwanya. Padahal akunya rindu!!
Pingin PULANG. PU-LA-NG.

Komentar
Posting Komentar